Showing posts with label Koloid. Show all posts
Showing posts with label Koloid. Show all posts

Monday, December 9, 2013

Kestabilan Koloid

Sobat Materi Kimia SMA, sistem koloid pada dasarnya stabil selama tidak ada gangguan dari luar. Kestabilan koloid bergantung pada macam zat terdispersi dan mediumnya. Ada koloid yang sangat stabil, ada juga koloid yang kestabilannya rendah. Koloid-koloid yang stabil dapat menjadi suspensi atau larutan sejati jika diganggu. Kestabilan koloid pada umumnya disebabkan oleh adanya muatan listrik

Sunday, December 8, 2013

Sifat-sifat Koloid

Sobat Materi Kimia SMA, apa saja sifat-sifat dari koloid? Suatu larutan digolongkan ke dalam sistem koloid jika memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan larutan sejati. Beberapa sifat fisika yang membedakan sistem koloid dari larutan sejati, di antaranya: Gerak Brown Jika mikroskop optik diarahkan pada suatu dispersi koloid dengan arah tegak lurus terhadap berkas cahaya yang dilewatkan maka akan

Saturday, December 7, 2013

Penggolongan Koloid

Selama ini sobat Materi Kimia SMA, memahami bahwa campuran ada dua macam, yaitu campuran homogen (larutan sejati) dan campuran heterogen (suspensi). Di antara dua keadaan ini, ada satu jenis campuran yang menyerupai larutan sejati, tetapi sifat-sifat yang dimilikinya berbeda sehingga tidak dapat digolongkan sebagai larutan sejati maupun suspensi. Larutan seperti ini disebut koloid. Lihat gambar

Wednesday, February 27, 2013

Sistem Koloid



Sobat Materi Kimia SMA sepertinya baru
mengenal istilah koloid ya? Atau ada yang sudah mendengar istilah ini? Mungkin di SMP sewaktu mempelajari
materi dan campuran. Bab terakhir materikimia kelas XI adalah koloid.

Koloid banyak ditemukan dalam
kehidupan kita sehari-hari. Misalnya kabut. Kabut menyebab kan daya pandang di
udara terhalang, sebab kabut merupakan titik-titik air yang menyebar di

Tuesday, November 17, 2009

Sifat-Sifat Koloid

1. Efek Tyndall

Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall.

Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Pada saat larutan sejati disinari dengan cahaya, maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya, sedangkan pada sistem koloid, cahaya akan dihamburkan. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati, partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati.

2. Gerak Brown

Gerak Brown adalah gerak acak, gerak tidak beraturan dari partikel koloid.

Jika kita amati sistem koloid dibawah mikroskop ultra, maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown

Partikel – partikel suatu zat senantiasa bergerak. Gerakan tersebut bersifat acak seperti pada zat cair dan gas. System koloid dengan medium pendipersi zat cair atau gas, partikel-partikel menghasilkan tumbukan. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. Partikel koloid cukup kecil, tumbukan cenderung tidak seimbang. Dan menyebabkan perubahan arah partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak brown.

Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak brown. Semakin besar ukuran partikel, semakin lambat gerak brown.



Gerak Brown dipengerahui oleh suhu. Semakin tinggi suhu system, koloid, semakin besar energi kinektik yang dimiliki partikel medium. Akibatnya, gerak Brown dari partikel fase terdispersinya semakin cepat. Semakin rendah suhu system koloid, maka gerak Brown semakin lambat.



3. Elektroforesis

Oleh karena partikel sol bermuatan listrik, maka partikel ini akan bergerak dalam medan listrik. Pergerakan ini disebut elektroforesis. Untuk lebih jelas, mari kita lihat tabung berikut di samping.

Pada gambar, terlihat bahwa partikel-partikel koloid bermuatan positif tersebut bergerak menuju elektrode dengan muatan berlawanan, yaitu elektroda negatif. Jika sistem koloid bermuatan negative, maka partikel itu akan menuju ke elektroda positif.

Manfaat elektroforesis adalah :

a. Menerima muatan yang dimiliki suatu partikel.

b. Memproduksi barang industri yang terbuat dari karet, misalnya sarung tangan.

c. Mengurang zat pencemar udara yang dihasilkan dunia industri dengan metode Cottrell.



4. Koagulasi

Jika partikel-partikel koloid tersebut bersifat netral, maka akan terjadi penggumpalan dan pengendapan karena pengaruh gravitasi. Proses penggumpalan dan pengendapan ini disebut koagulasi.

Koagulasi yaitu peristiwa pengendapan partikel-partikel koloid sehingga fase terdispersinya terpisah dari medium pendispersinya. Koagulasi disebabkan karena hilangnya kestabilan untuk mempertahan

Kan partikel agar tetap tersebar di medium pendispersi. Koagulasi dapat dilakukan dengan penambahan zat elektrolit dan cara mekanik ( pemanasan, pendinginan, pengadukan )

Kegunaan koagulasi adalah :

a. Penjernihan air dengan penambahan tawas (K2SO4.Al(SO4)3).

b. Proses pendinginan santan.

c. Pengolahan karet dari lateks.

d. Pembentukan delta di daerah muara sungai.

e. Telur rebus dan pembuatan agar-agar.



5. Adsorpsi

Partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas, maka partikel zat cair atau gas akan terakumulasi. Fenomena disebut adsorpsi. Jadi sdsorpsi terkait dengan penyerapan partikel pada permukaan zat. Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel pendispersi pada permukaanya. Daya adsorpsi partikel koloid tergolong besar Karenna partikelnya memberikan sesuatu permukaan yang luas. Sifat ini telah digunakan dalam berbagai proses seperti penjernihan air.

Manfaat adsorpsi adalah :

1. Penggunaan norit untuk penyembuhan sakit perut.

2. Proses pemutihan gula pasir pada industri gula dengan tanah diatomi dan arang tulang.

3.Pewarnaan serat sutra, wool atau kapas dalam larutan Al2(SO4)3 pada industri tekstil.

4. Proses penjernihan air keruh dengan tawas.

5. Pembersihan kotoran dengan sabun.

6. Adsorpsi koloid humus oleh koloid tanah liat.



Koloid Liofil dan Liofob



No

Koloid Liofil

Koloid Liofob

1.

Stabil

Kurang stabil

2.

Kekentalan tinggi

Kekentalan rendah

3.

Dapat dibuat gel

Tidak semua dapat dibuat gel

4.

Sukar diendapkan

Mudah diendapkan

5.

Mengadsorpsi molekul

Mengabsorpsi ion

6.

Kurang menunjukkan efek Tyndall

Efek Tyndall sangat jelas

7.

Dibuat dengan cara dispersi

Dibuat secara kondensasi

8.

Gerak Brown kurang jelas

Gerak Brown sangat jelas

9.

Terdiri dari zat organik

Terdiri dari zat organik

10.

Reversibel

Tidak reversibel



Penjernihan Air

Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat,lumpur, dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. Oleh karena itu, untuk menjadikannya layak untuk diminum, harus dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat dipisahkan. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3.Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi:

Al3+ + 3H2O → Al(OH)3 + 3H+

Setelah itu, Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi.

Sistem Koloid

Pengantar

Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar). Sistem koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan atau suspensi.

Keadaan koloid bukan ciri dari zat tertentu karena semua zat, baik padat, cair, maupun gas, dapat dibuat dalam keadaan koloid.

Sistem koloid sangat berkaitan erat dengan hidup dan kehidupan kita sehari-hari. Cairan tubuh, seperti darah adalah sistem koloid, bahan makanan seperti susu, keju, nasi, dan roti adalah sistem koloid. Cat, berbagai jenis obat, bahan kosmetik, tanah pertanian juga merupakan sistem koloid.

Karena sistem koloid sangat berpengaruh bagi kehidupan sehari-hari, kita harus mempelajarinya lebih mendalam agar kita dapat menggunakannya dengan benar dan dapat bermanfaat untuk diri kita.



Cara Pembuatan Koloid

1. Kondensasi yaitu pembuatan koloid dengan mengubah partikel-partikel larutan yang terdiri dari molekul-molekul atau ion menjadi partikel koloid.

Cara kondensasi merupakan cara kimia, misalnya :

a. Reaksi redoks : 2H2S(g) + SO2(aq) → 2H2O(l) + 3S(koloid)

b. Reaksi Hidrolisis : FeCl3(aq) + 3H2O(l)--> → Fe(OH)3(koloid) +3HCl(aq)

c. Reaksi dekomposisi rangkap : AgNO3(aq) + NaCl(aq) → AgCl(koloid) + NaNO3(aq)

d. Reaksi pergantian pelarut : S + alkohol + air → S(koloid)



2. Cara Dispersi yaitu pembuatan koloid dari suspensi kasar. Cara dispersi dibedakan menjadi 4, yaitu :

a. Cara Mekanik

Pembuatan koloid dengan cara penggerusan/penggilingan untuk zat padat, cara

pengadukan/pengocokan untuk zat cair, kemudian didispersikan ke dalam medium (pendispersi).

Contoh : belerang halus + air → sol belerang

b. Cara Peptisasi

Pembuatan koloid dengan cara memecah molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil

dengan menghilangkan ion elektrolit penyebab gumpalan.

c. Cara Busur Bredig (Elektrodispersi)

Pembuatan koloid dengan menggunakan loncatan bunga api listrik. Cara ini biasanya untuk membuat sol logam.

d. Cara Homogenisasi

Pembuatan koloid dengan cara membuat suatu zat menjadi homogen dan berukuran koloid. Cara ini digunakan pada pembuatan susu.



Klasifikasi Campuran



Larutan

Koloid

Suspensi Kasar

- Homogen, tdk dapat dibedakan dengan mikroskop ultra

- Jernih

- satu fase

- Tidak dapat disaring

- Tidak memisah (stabil)

- Diameter partikel

<>-7 cm

- Tampak homogen, dgn mikroskop ultra tampak heterogen

- Tidak jernih

- Dua fase

- Dapat disaring kertas saring ultra

- Umumnya stabil

- Diameter partikel 10-7 -10-5 cm.

- Heterogen

- Tidak jernih

- Dua fase

- Dapat disaring kertas saring ultra

- Tidak stabil

- Diameter partikel

> 10-5cm



Sistem Koloid

Sistem koloid dibagi menjadi dua bagian yaitu fase terdispersi (zat terlarut) dan medium

pendispersi (pelarut). Keduanya terdiri dari tiga fase/wujud yaitu padat, cair dan gas yang bersatu. Namun antara fase gas dengan gas tidak membentuk Sistem koloid karena bercampur homogen, melainkan larutan



No

Fase Terdispersi

Medium Pendispersi

Nama Koloid

Contoh

1.

Padat

Padat

Sol Padat

Perunggu, baja

2.

Padat

Cair

Sol

Cat, tinta, lotion

3.

Padat

Gas

Aerosol padat

Asap, debu diudara

4.

Cair

Padat

Emulsi Padat

Keju, mentega, jeli

5.

Cair

Cair

Emulsi cair

Susu, santan

6.

Cair

Gas

Aerosol cair

Kabut, awan

7.

Gas

Padat

Busa

Batu apung, busa jok

8.

Gas

Cair

Busa/buih

Buih sabun/sampo







DOWNLOAD KISI-KISI UJIAN NASIONAL 2018 SMP/MTS SMA/MA/ SMK/MAK

Berbeda dengan tahun sebelumnya, untuk pertama kalinya pemerintah lebih awal merilis dan mempublikasikan Kisi-kisi untuk Ujian Nasional tahu...