Monday, August 26, 2013
Penentuan H Reaksi Dari Data Energi Ikatan
Energi Ikatan Rata-Rata
Pada molekul diatom,
Tuesday, August 20, 2013
Penentuan H Reaksi Dari Data Hf
Monday, August 19, 2013
Hukum Hess
Sunday, August 18, 2013
Perubahan Entalpi Standar
Saturday, August 17, 2013
Menentukan Kalor Reaksi
Friday, August 16, 2013
Pengukuran Tetapan Kalorimeter
Thursday, August 15, 2013
Pengukuran Kalor
Wednesday, August 14, 2013
Perhitungan Δ H Reaksi
Perubahan entalpi reaksi dapat ditentukan melalui pengukuran secara langsung di laboratorium berdasarkan perubahan suhu reaksi karena suhu merupakan ukuran
Thursday, August 8, 2013
Persamaan Termokimia
Wednesday, August 7, 2013
Reaksi Eksoterm dan Endoterm
Jika dalam reaksi kimia terjadi perpindahan panas dari sistem ke lingkungan maka suhu lingkungan meningkat. Jika suhu sistem turun maka dikatakan bahwa reaksi tersebut eksoterm. Reaksi endoterm adalah kebalikan dari reaksi eksoterm.
Contoh: Jika NaOH dan HCl direaksikan dalam pelarut air, kemudian suhu larutan
Thursday, August 1, 2013
Definisi Entalpi
Wednesday, February 27, 2013
Termokimia
Sobat Materi Kimia SMA, bab termokimia sekarang sangat berhubungan dengan Energi. Energi merupakan sumber esensial
bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya. Makanan yang kita makan
merupakan sumber energi yang memberikan kekuatan kepada kita untuk dapat
bekerja, belajar, dan beraktivitas lainnya. Setiap materi mengandung energi
dalam bentuk energi potensial dan energi kinetik. Kedua
Thursday, December 10, 2009
Penentuan Entalpi Reaksi
Penentuan kalor reaksi secara kalorimetris merupakan penentuan yang didasarkan atau diukur dari perubahan suhu larutan dan kalorimeter dengan prinsip perpindahan kalor, yaitu jumlah kalor yang diberikan sama dengan jumlah kalor yang diserap.
Kalorimeter adalah suatu sistem terisolasi (tidak ada pertukaran materi maupun energi dengan lingkungan di luar kalorimeter). Dengan demikian, semua kalor yang dibebaskan oleh reaksi yang terjadi dalam kalorimeter, kita dapat menentukan jumlah kalor yang diserap oleh air serta perangkat kalorimeter berdasarkan rumus :
q.larutan = m c ∆T
q.kalorimeter = C ∆T
q = jumlah kalor
m = massa air (larutan) di dalam kalorimeter
c = kalor jenis air (larutan) di dalam kalorimeter
C = kapasitas kalor dari kalorimeter
∆T = kenaikan suhu larutan (kalorimeter)
Oleh karena tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan, maka kalor
reaksi sama dengan kalor yang diserap oleh larutan dan kalorimeter,
tetapi tandanya berbeda :
qreaksi = -(qlarutan + qkalorimeter)
Kalorimeter yang sering digunakan adalah kalorimeter bom.
Kalorimeter bom terdiri dari sebuah bom (wadah tempatberlangsungnya
reaksi pembakaran, biasanya terbuat dari berlangsungnya reaksi
pembakaran, biasanya terbuat dari bahan stainless steel) dan sejumlah
air yang dibatasi dengan wadah kedap panas.
Jadi kalor reaksi sama dengan kalor yang diserap atau dilepaskan larutan,
sedangkan kalor yang diserap atau dilepaskan larutan, sedangkan kalor yang
diserap oleh gelas dan lingkungan diabaikan.
qreaksi = -qlarutan
2. Penentuan ∆H Reaksi dengan Hukum Hess
Hukum Hess : ” Kalor reaksi yang dilepas atau diserap hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir”.
Untuk mengubah zat A menjadi zat B (produk) diperlukan kalor reaksi sebesar ∆H. Atau cara lain yaitu mengubah zat A menjadi zat B dengan kalor reaksi ∆H1, zat B diubah menjadi zat C dengan kalor reaksi ∆H2 dan zat C diubah menjadi zat D dengan kalor reaksi ∆H3 . Sehingga harga perubahan entalpi adalah
∆Hreaksi = ∆H1 + ∆H2 + ∆H3 .
Hal tersebut dapat dibuat siklus dan diagram tingkat energinya sebagai
berikut :

Siklus energi pembentukan zat D dari zat A

Diagram tingkat energi pembentukan zat D dari zat A
Contoh Soal :
Diketahui data entalpi reaksi sebagai berikut :
Ca(s) + ½ O2(g) → CaO(s) ∆H = - 635,5 kJ
C(s) + O2(g) → CO2(g) ∆H = - 393,5 kJ
Ca(s) + C(s) + ½ O2(g) → CaCO3(g) ∆H = - 1207,1 kJ
Hitunglah perubahan entalpi reaksi : CaO(s) + CO2(g) → CaCO3(s) !
Penyelesaian :
CaO(s) .............................→ Ca(s) + ½ O2(g) ....∆H = + 635,5 kJ
CO2(g)............................ → C(s) + O2(g) ............∆H = + 393,5 kJ
Ca(s) + C(s) + ½ O2(g) → CaCO3(s)................. ∆H = - 1207,1 kJ
_________________________________________ _
CaO(s) + CO2(g) ...........→ CaCO3(s).................. ∆H = - 178,1 kJ
3. Penentuan ∆H Reaksi Berdasarkan Data Perubahan Entalpi
Pembentukan Standar ( ∆Hof )
Cara lain perhitungan entalpi reaksi yaitu berdasarkan entalpi pembentukan standar( ∆Hof ) zat-zat yang ada pada reaksi tersebut.
∆Hreaksi = ∑∆Hof produk - ∑∆Hof reaktan
TABEL ENTALPI PEMBENTUKAN BEBERAPA ZAT| Zat | D | Zat | D |
| H2(g) | 0 | C2H4(g) | + 52,5 |
| O2(g) | 0 | CCl4(g) | - 96,0 |
| C(s) | 0 | NH3(g) | - 45,9 |
| H2O(g) | - 241,8 | NO2(g) | + 33,2 |
| H2O(l) | - 285,8 | SO2(g) | - 296,8 |
| CO2(g) | - 393,5 | HCl(g) | - 92,3 |
| CO(g) | -110,5 | NO(g) | + 90,3 |
Contoh Soal :
Dari tabel entalpi pembentukan diatas, tentukan :
a. ∆H reaksi pembakaran C2H4 !
b. Tentukan jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 56 g gas C2H4
a. Reaksi pembakaran C2H4
C2H4(g) + 3 O2(g)→2CO2(g) + 2H2O(l)
∆H reaksi = ∆Hof hasil reaksi - ∆Hof pereaksi
= ( 2. ∆Hof CO2 + 2. .∆Hof H2O ) – ( 1. ∆HofC2H4 + 3. ∆Hof O2)
= ( 2 . -393,5 + 2. -285,8 ) – ( 1. 52,5 + 3. 0 )
= -787 – 571,6 + 52,5
= - 1306,1 kJ/mol
b. Mr C2H4 = (2x12) + (4x1) = 28
Mol C2H4 = 56/28 = 2 mol
∆H pembakaran 2 mol C2H4 = 2 mol x ( -1306,1 kJ/mol )
= -2612,2 kJ
Jadi pada pembakaran 56 gram gas C2H4 dibebaskan kalor sebesar
2612,2 kJ
4. Penentuan ∆H Reaksi Dari Energi Ikatan
Reaksi kimia antarmolekul dapat dianggap berlangsung dalam 2 tahap
yaitu :
I. Pemutusan ikatan pada pereaksi
II.Pembentukan ikatan pada produk
Misal, pada reaksi antara gas klorin dengan gas hidrogen membentuk gas
hidrogen klorida dapat digambarkan sebagai berikut :

∆H tahap-I = ∑ Energi ikatan pada pereaksi (yang putus)
∆H tahap-II = -∑ Energi ikatan pada produk (yang terbentuk).
∆H reaksi = ∑ Energi ikatan pereaksi yang putus - ∑ Energi ikatan produk yang terbentuk
= ∑ Eruas kiri - ∑ Eruas kanan
TABEL ENERGI IKATAN
| Ikatan | E (kJ/mol) | Ikatan | E (kJ/mol) |
| H-H | 436 | O=O | 498 |
| H-C | 415 | C≡N | 891 |
| H-N | 390 | F-F | 160 |
| C-C | 345 | Cl-Cl | 243 |
| C≡C | 837 | H-Cl | 432 |
| C-O | 350 | C=C | 611 |
| C=O | 741 | I-I | 150 |
| C-Cl | 330 | N=N | 418 |
| O-H | 450 | C-F | 485 |
Penyelesaian :
........H
.........l
H – C – O-H +1 ½ O=O → O=C=O +2H-O-H
........l
.......H
∆H reaksi = ∑Epemutusan -∑Epembentukan
= { (3.Ec-H)+( 1.EO-H) +(1.EC-O)+ (1 ½ EO=O)} – {(2.EC=O)
+(4.EO-H)}
= {(3.415)+(1.460)+(1.350)+1 ½.498)} –{(2.741)+(4.460)}
= 2802-3322
= -520 kJ/mol
Tuesday, November 24, 2009
Percobaan Eksoterm dan Endoterm
A. Judul Percobaan
Reaksi Eksoterm dan Endoterm
B. Tujuan
Mengetahui dan mempelajari gejala yang ditimbulkan oleh reaksi
eksoterm dan endoterm.
C. Alat dan Bahan
Alat : tabung reaksi, gelas kimia, thermometer
Bahan : larutan HCl, CaO, urea, akuades, dan serbuk seng
D. Langkah Kerja
1. Masukkan larutan HCl 1M ke dalam tabung reaksi, kemudian
masukkan serbuk seng ke dalam larutan tersebut. Amati perubahan
yang terjadi dan ukur perubahan suhu (sebelum dan sesudah reaksi).
2. Masukkan serpihan CaO ke dalam gelas kimia yang berisi akuades
setengahnya. Amati perubahan yang terjadi dann ukur perubahan
suhunya (sebelum dan sesudah reaksi) !
3. Masukkan akuades ke dalam tabung reaksi (yang sudah diukur
suhunya), kemudian masukkan urea ke dalam tabung reaksi
tersebut. Amati perubahan yang terjadi dan ukur suhunya !
E. Hasil Kerja
| No | Percobaan | Suhu Awal (oC) | Suhu Akhir (oC) | ∆T (oC) | Gejala yang timbul | Eksoterm/Endoterm |
| 1. | HCl + seng | | | | | |
| 2. | CaO + akuades | | | | | |
| 3. | Urea + akuades | | | | | |
F. Permasalahan
1. Bagaimana cara untuk membedakan reaksi tersebut termasuk
eksoterm/endoterm ?
2. Tuliskan reaksi yang terjadi untuk masing-masing percobaan di atas!
G. Kesimpulan
Reaksi Endoterm dan Eksoterm
1. Reaksi yang membebaskan kalor
2. Suhu sistem > suhu lingkungan
3. Kalor berpindah dari sistem ke lingkungan
4. Disertai kenaikan suhu.
5. Penulisan persamaan reaksinya sbb :
Reaksi A + B ----> C dibebaskan kalor 10 kj
Persamaan Reaksi :
A + B ----->C + 10 kj
r = p + 10 kj
r > p
ΔH = Hp - Hr
kecil - besar
ΔH = -
Diagram tingkat energi pada reaksi :
A + B ----> C

2. Reaksi Endoterm
1. Reaksi yang memerlukan kalor
2. Suhu sistem
A + B ---->C - 25 kj
C diserap kalor 25 kj
r < h =" Hp">

Hukum Kekekalan , Energi, Sistem dan Lingkungan
Hukum kekekalan energi dikenal dengan hukum
Termodinamika I yang berbunyi : “ Energi dapat diubah, tetapi
tidak dapat dimusnahkan. “
2. Sistem Dan Lingkungan
a. Sistem adalah bagian dari obyek yang sedang diamati
Sistem kimia adalah campuran pereaksi yang kita amati
b. Lingkungan adalah bagian diluar sistem
c. Jenis Sistem
1. Sistem terbuka : jika antara sistem dan lingkungan dapat
mengalami pertukaran materi dan energi.
2. Sistem tertutup : jika antara sistem dan lingkungan tidak dapat
terjadi pertukaran materi, tetapi terjadi pertukaran energi.
3. Sistem terisolasi : jika antara sistem dan lingkungan tidak terjadi pertukaran materi dan energi.
DOWNLOAD KISI-KISI UJIAN NASIONAL 2018 SMP/MTS SMA/MA/ SMK/MAK
Berbeda dengan tahun sebelumnya, untuk pertama kalinya pemerintah lebih awal merilis dan mempublikasikan Kisi-kisi untuk Ujian Nasional tahu...
-
There are many things to consider when planning a Las Vegas wedding, especially if you are planning it from a different spot in the country...
-
Sobat Materi Kimia SMA, bab termokimia sekarang sangat berhubungan dengan Energi. Energi merupakan sumber esensial bagi kehidupan manusia se...